Minggu, 10 Februari 2013

Muhammad Al-Fatih Penakluk Konstantinopel


Muhammad Al-Fatih Penakluk Konstantinopel
Selamat membaca
Resume
Buku Syaikh Ramzi Al-Munyawi, Dengan Judul Muhammad Al-Fatih Penakluk Konstantinopel, adalah buku yang sangat memberikan bagi kita suau informasi bagaimana seorang pemimpin yang sangat hebat dan handal dalam kepemipinan islam
Salah satu kepingan sejarah gemilang itu adalah penaklukan konstantinopel. Sungguh sangat jarang kita mendapatkan sosok pribadi yang agung dapat membuat sejarah besar seperti yang dilakukan oleh sultan muda yang usianya pada saat itu adalah kurang lebih 25 tahun. Ia tampil memimpin barisan barisan pasukannya untuk membuktikan kabar gembira Nabi Muhammad saw untuk membuka konstantinopel, ibu kota imperium bizantium Romawi. Sebagaimana dalam hadist dikatakan”sungguh konstantinopel akan ditaklukan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.” (H.R. Ahmad) setelah selama 800 tahun lamanya. Hingga akhirnya datanglah pemimpin ini dan mewujudkannya mimpi itu.
Muhammad II yang digelari sebagi Muhammad al-fatih, sang pewujud kabar gembira sang nabi: sosok yang mungkin pemuda sekarang ini lupa dan tidak mengetahuinya. Muhammad al-fatih adalah Muhammad II bin sultan murad II dilahirkan diistana sultan yang terletak diibukota daulah Utsmaniyah, Adarnah, pada pagi hari tanggal 30 Maret 1430 M. kabilahnya adalah Ibih khatun, dan pengasuhnya adalah ibu sesuannya, Ummu Kaltsum Khatun. Dan ibunya adalah ratu Himmah Khatun, serta kakanya adalah Alauddin yang berusia 7 tahun saat Muhammad al-fatih dilahirkan.
Secara fisik, sultan Muhammad al-fatih itu berkulit putih, berperawakan sedang, mempunyai otot yang kuat, sangat percaya diri, memiliki pandangan yang tajam dan kemampuan untuk memikul beban yang berat. Sangat mahir mengendarai kuda dan menggunakan senjata, ia sangat suka untuk menjadi yang selalu unggul, cenderung untuk menguasai, cepat memahami situasi dan kondisi, mampu memberi solusi dalam bebrbagai persoalan dan mempunyai pandangan yang sangat jauh.
Ayah Muhammad al-fatih adalah sosok ayah yang sangat memberikan pengaruh besar terbentuknya pribadi seorang anak, murad II adalah sultan yang ke enam dalam daulah Ustmaniyah.Ia hidup antara tahun 1402-1452 M. dan meninggal pada bulan Februari tahun 1452 M. Sultan murad II menyiapkan beberapa khusus gurunya untuknya. Namun semuanya gagal, karena sultan ini adalah anak yang bandel tidak mau tunduk pada perintah mereka. Hingga ayahnya mencari seorang ulama yaitu maula ahmad bin ismail al-kurani. Ayahnya memberikan cambuk kepada syakh ini untuk memukulnya jika ia bandel.
Hingga suatu hari syakh itu masuk dan mengatakan bahwa dia akan memukulnya jika ia bandel, sehingga anak ini hanya tertawa dan tetap bandel akhirnya syakh al-kurani memukulkan dengan sangat keras dimajelisnya. Hingga pangeran muhammad takut karenya. Kepada maula al-kurani, Muhammad II mempelajari berbagai kitab sejarah. Sejak kecil ia telah menguasai bahasa turki, arab, dan Persia; baik untuk kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan menerjemahkannya. Lalu dimasa remajnya, ia mempelajari bahasa yunani, Serbia, italia, dan lain-lain. Bahkan sebelum mencapai umur delapan tahun ia berhasil mengkhatamkan Al-Quran.
Sultan murad II juga memerintahkan seorang guru lain untuk mengajar anaknya, Muhammad.Yaitu seorang syaikh spiritual, asy-sayrif Muhammad bin hamzah  ad-dimasyqi, yang dikenal dengan “Aaq Syamsuddin” kedua syaikh ini selalu menanamkan dalam diri sang pangeran bahwa dialah sang pemimpin mujahid yang dimaksudkan dalam hadist nabi Muhammad saw:” sungguh konstantinopel itu akan ditaklukkan. Maka sungguh panglima (pasukan penakluk itu) adalah sebaik-baik pemimpin, dan sungguh pasukan (penakluk itu) adalah pasukan terbaik.”
Beliau adalah sosok pencinta ilmu pengetahuan, kalau dilihat berbagai macam ilmu yang dikuasainya maka akan tergambar bahwa beliau adalah seorang yang sangat cerdas. Beliau berguru banyak dikalangan ilmuwan, baik ilmuwan muslim maupun non muslim. Beliau mempelajari ilmu memanah dari Mahmud Bek Qushab Zadah, ilmu militer dari syahin basyah, ilmu sastra Hamiduddin bin mulla Afdhal, mempelajari musik dan sejarah dari syukrullah Jalaby, mempelajari bahasa yunani klasik dari Yurigius Emirutazs, lalu bahasa itali, latin, sejarah klasik geogrfi dan arkeologi dari Siryaco Anconitato.
Kemudian Muhammad al-fatih juga mempelajari metode-metode perang dan mengkaji buku-buku trik-trik mekanik, hingga kemudian berhasil menciptakan sebuah ketapel (pelontar) besar, 4 menara bergerak, dan berhasil membuat meriam bergerak pertama didunia.Yang kemudian dapat meruntuhkan benteng pertahanan konstantinopel yang sangat kokoh dan kuat.Ia juga mengkaji dokumen 14 proyek diantara sekian banyak proyek untuk menghancurkan negeri-negeri islam.
Kepribadian Muhammad al-fatih sangat banyak sekali yang memperbincangkan dari para ahli sejarah.Semuanya ingin menyelemi kepribadian yang unik ini, sehingga para ahli sejarah dari Eropa menganggap ini adalah teka-teki yang harus dipecahkan. Meskipun dengan semua peperangan, penaklukan dan kehebatan militernya yang luar biasa, ternyata ia pada akhirnya bukanlah sosok pria”tukang perang” dalam pengertian yang dikenal banyak orang. Memang benar, sejarah menempatkannya dalam daftar para pemimpin besar, seperti Napoleon, Aleksander the Great dan Hannibal. Namun ia tetap berbeda dengan mereka dalam banyak sisi.
Ketika diteliti dengan sangat mendalam pada saat dia memimpin kaum muslimin, maka kita akan menemukan pemimipin besar  ini benar-benar hidup dengan beberapa sifat kabaikan. Yang patut kita teladani adalah sifat keihklasan beliau, diantaranyaia mengatakan:
 Niatku adalah menjalankan perintah Allah: ‘berangkatlah kalian dengan perasaan ringan atau berat, dan bejihadlah kalian denga harta dan jiwa kalian dijalan Allah. Itu semua lebih baik untuk kalin jika kalian mengetahui.’(At-Taubah : 41)
Semangatku adalah mengerahkan seluruh upaya umtuk berkhidmat kepada agamaku, agama Allah. Tekadku adalah agar aku dapat mengalahkan seluruh kekufuran dengan tentara-tentaraku, para tentara Allah. Pemikiranku seluruhnya tertuju pada penaklukan, pada kemenangan dan keberuntunagn meraih kasih sayang Allah. Jihadku adalah dengan jiwa dan harta, kerinduaku adalah melakukan perang ratusan ribu kali setelah kematian dijalan Allah. Harapankuadalah meraih pertolongan Allah dan ketinggian Negara ini atas musuh-musuh Allah.
Al-fatih memiliki keberanian yang luar biasa dan tidak pernah takut.ia biasa masuk dalam pertempuran seorang diri dan membunuh musuhnya dengan pedangnya. Hal lain yang menjadikan beliau sebagai sosok yang istimewa adalah tekad yang kuat dan sifat pantang menyerah. Salah satu ungkapan beliau yang sangat masyhur adalah” baiklah! Tidak lama lagi aku akan mempunyai singgasana dikonstantinopel atau kau akan mempunyai kuburan disana!”
Setelah kita melihat sosok yang terbina untuk menjadi seorang pemimpin muslim, keilmuan yang sangat dalam dan keikhlasan beliau dalam memperjuangkan agama Allah ini, maka sekarang kita akan melihat masa kekuasaan dan kepemimpinannya.
Didalam fase kekuasaan beliau, ia membangun fase pembaruan jihad. Yaitu sebuah fase yang berlangsung disepanjang kehidupan Muhammad al-fatih, dimulai sejak penaklukan konstantinopel, lalu penaklukan wilayah selatan Yunani, bagian wilayah utara Rumania dan wilayah Bosnia, hingga upaya menaklukan Italia.
Kemudian fase pembangunan peradaban.Hal ini sangat dipahami oleh sultan Muhammad al-fatih, karena itu proyek peradabannya begitu komprhensif, dimana beliau sangat memperhatikan sisi keilmuan dengan sangat maksimal. Beliaupun mendirikan Institut, yang diberi namaInstitute Al-fatih, kemudian institut itu menjadi Universitas yang paling maju dimasanya yang menggabungkan antara disiplin ilmu naqliyah dan ‘aqliyah.
Al-fatih juga sangat memperhatikan pembangunan masjid, rumah sakit, pemandian umum, dan taman-taman umum.Beliau telah mendirikan rumah sakit umum dalam pengertian dan sistem yang kita kenal sekarang ini, dan pengobatnnya adalah gartis tanpa membedakan antara rakyat miskin dari kalangan manapun ataupun kaya.Ia menetapkan seorang dokter terbaik pada klinik yang kemudian ditambah menjadi 2 dokter dari suku bangsa manapun ia. Keduanya dibantu oleh seorang dokter mata, ahli beda, ahli farmasi, dan sejumlah pembantu.
Al-fatih juga memberikan perhatian terhadap penetapan undang-undang yang mengatur hubungan penduduk non-muslim dengan Negara, hubungan mereka dengan tetangga muslim. Ia sangat serius membasmi para pencuri dan perampok, dan menerapkan hukum islam kepada mereka Beliau juga memperhatikan bidang perdagangan , produksi dan system administrasi.
Al-fatih juga secara khusus memberikan perhatian kepada para penegak hukum(hakim) yang menjalankan proses peradilan dimasyarkat.Para hakim itu tidak hanya mampu menguasai fikih dan syariat serta bersih dan istiqomah saja, namun mereka juga haruslah orang yang dicintai dan dihormati oleh masyarakat.Adapun hakim yang menerima suap, maka baginya tidak ada hukuman yang pantas baginya kecuali hukuman mati. Karena kehidupan para hakim sudah sangat terjamin dan tercukupi
Meskipun dengan kesibukan berjihad dan perangnya, sultan Muhammad al-fatih tidak pernah luput dari kontrol terhadap rakyatnya dan mencari tahu semua yang terjadi dipenjuru negerinya dengan penuh perhatian.
Penaklukan konstantinopel adalah peristiwa sejarah terbesar yang terjadi di abad 15 M. Para ahli sejarah menganggap sebagai akhir dari abad pertengahan menuju awal dari abad modern di Eropa.Hal ini semakin diperkuat dengan runtuhnya imperium besar yang sudah sangat berabad-abad lamanya, yaitu imperium bizantiyum. Dimana kaum muslimin telah menunggu lebih dari 8 abad hingga akhirnya kabar gembira dari nabi Muhammad saw tentang penaklukan konstantinopel ini terwujud.
 Tepat hari hari selasa 20 jumadil ula 857 H/ 29 mei 1435 M . Pada jam 1 pagi hari. Dimulailha penyeramgnan umum ats kota konstantinopel ssetelah perintah untuk itu dikeluarkan kepada seluruh mujahidin yang telah menggemakan suara mereka dengan bertakbir dan bertolak menyerang pagar-pagar benteng itu. Orang-oarng bizantium benar-benar dalam ketakutan yang sangat luar biasa.
Penaklukan kota itu telah merubah peta dunia, kejatuhan kota itu menjadi peristiwa sejarah paling penting diabad 15 M. bahkan peristiwa itu dapat dianggap sebagai akhir abad pertengahan dieropa dan awal abad baru. Dan konstantinopel dahulu adalah ibukota Negara bizantiyum.
Muhammad al-fatih akhirnya memasuki kota benteng konstantinopel. Ia kemudian mengubah nama kota itu menjadi islambul yang bermakna: ibu kota islam.meski kemudian nama itu disimpangkan menjadi “Istanbul”. Ia juga mengubah gereja terbesar dikota itu, aya Sophia, menjadi masjid setelah pasukan penakluk menunaikan shalat setelah kemenangannya
Adapun pengaruh penaklukan ini terhadap dunia islam, maka kegembiraan dan kebanggaan segera menyebar keseluruh penjuru asia dan afrika atas penaklukan islam yang besar ini, yang telah berhasil mewujudkan mimpi kaum muslimin. Sehingga terwujudlah hadist Rasulullah saw yang sudah dikabarkan dizaman rasulullah saw.” Sungguh konstantinopel akan ditaklukan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.
Islam adalah agama yang akan dimenangkan oleh Allah SWT. Sesungguhnya agama yang diridhoi oleh Allah SWT adalah Islam.





Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar