Minggu, 03 Februari 2013

Aku bangga dengan ayah dan ibuku

Ayah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
AKU BANGGA DENGAN AYAH DAN IBUKU
Semoga bermanfaat buat saya dan antum sekalian
                                                                        Allah SWT berfirman “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah-payah (pula).” (Al-Ahqaf: 15)
 Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.” (Luqman: 14)
Pada dua ayat tersebut Allah  menjelaskan betapa pentingnya kewajiban berbakti kepada orangtua dengan menggambarkan betapa besarnya pengorbanan dan jasa orangtua terutama ibu kepada anaknya. Maka sudah semestinya bagi seorang anak untuk berbuat baik kepada orangtuanya, karena orang yang berakal tentu tidak akan melupakan kebaikan orang lain terhadapnya apalagi membalas kebaikannya dengan menyakitinya.
Maka, apakah layak bagi seorang anak untuk melupakan kebaikan orangtuanya sehingga tidak berbuat baik kepadanya? Begitu pula, tentu lebih tidak pantas lagi bagi seorang anak untuk menyakiti orangtuanya yang telah terus-menerus berbuat baik kepadanya dengan mengeluarkan pengorbanan yang sangat besar bahkan hingga mempertaruhkan nyawanya.
Orang tua kita tak pernah meminta balasan apapun juga atas apa yang telah mereka lakukan terhadap diri kita sebagai pengganti kelelahan, perjuangan dan pengorbanan mereka selama membesarkan diri kita sebagai anaknya. Dan mereka pun tak pernah melepaskan diri kita begitu saja walau kita telah tumbuh sebagai seorang remaja ataupun seorang yang dewasa, melainkan mereka tiada henti-hentinya memberikan motivasi dan mendo’akan diri kita agar mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan di dunia dan di akhirat kelak.
Itulah para orang tua bijak, penuh cinta dan kasih sayang, baik dan benar-benar bertanggung jawab terhadap amanah-Nya. Mereka tidak akan meminta balasan kepada kita, tapi mereka selalu meminta apapun atas segala harapannya kepada pemilik jiwa kita yang sesungguhnya yaitu Allah Yang Maha Pencipta. Dan kalaupun ada keinginan, mereka hanyalah ingin berusaha mengingatkan kita agar rasa cinta dan kasih sayang yang selama ini terjalin, selalu tumbuh mesra dalam sebuah tatanan keluarga yang bahagia.
Lalu…sudah sejauh manakah diri kita sebagai anaknya berbakti kepada orang tua tercinta? Masihkah kita berbahagia di atas penderitaan mereka? Masihkan kita menyakiti hati dan perasaan mereka? Masihkah kita membiarkan mereka menahan sesaknya dada akibat perilaku buruk kita? Masihkan kita bersenang-senang dan melupakan untuk selalu mendo’akan orang tua kita yang telah tiada?
Maka ingatlah wahai saudaraku,,satu hal yang sangat penting kita ingat ketika orang tua kita telah tiada,,yaitu tidak ada lagi yang akan mendoakan kita,,,maka apalagi yang kita tunggu kecuali meminta maaf atas perbuatan kita kepada kedua orang tua kita...
ayah dan ibu, aku sangat bangga padamu apapun kekurangan yang kamu miliki, aku akan selalu mencintaimu disetiap detik waktu, walapun engkau telah tiada di dunia ini, bagiku itu adalah hanya sesuatu yang membatasi saya dengan ayah dan ibu untuk berinteraksi, tetapi bagiku doaku akan selalu aku berikan dan akan menyertaimu.Semoga sisa umur yang ada, akan menjadi peluang bagi saya untuk memberikan kebahagiaan pada kalian,apapun caranya, tentunya dengan jalan yang disyariatkan agama. 
 “Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba “Ungkapkanlah Cintamu” pada blog senyumsyukurbahagia.blogspot.com, hidup bahagia dengan Senyum dan Syukur”

1 komentar:

mama - abi, jadi kangen...
karena orang tua kita ada :)

semoga menang!
salam manis,
arga litha

Posting Komentar